Apakah benar Donald Trump terkena stroke sehingga mengakibatkan nyawanya terancam? Belakangan ini, nama Donald Trump semakin populer di jagat media sosial berkat pidatonya yang sangat kontroversial. Trump mempublikasikan dan menyetujui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel, padahal Yerusalem masuk kedalam wilayah Palestina. Sontak setelah pidato tersebut berkumandang, dunia pun bereaksi dengan mengecam dan mengutuk keputusan sepihak Trump tersebut. Tak hanya soal isi pidatonya yang kontroversial, publik juga dibuat geger dengan momen dimana Trump terlihat seperti keluar lidah dan harus dibopong oleh protokoler kepresidenan USA. Apakah benar Trump mengalami stroke parah?

Donald Trump Terkena Stroke?

Keputusan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem merupakan janji politik dari Donald Trump.  Dilihat dari kacamata politik, Trump memang sudah menepati janjinya. Namun hal tersebut justru merupakan kebijakan yang tidak pernah dilakukan oleh presiden-presiden Amerika sebelumnya karena alasan kemanusiaan dan keamanan global.

Tak hanya di Amerika, berbagai aksi protes juga terlihat di berbagai negara, khususnya negara-negara muslim. Banyak pihak mengklaim bahwa keputusan Amerika tersebut merupakan trigger terjadinya Perang Dunia Ketiga. Setelah pidato Trump tersebut, beberapa negara superpower langsung kasak-kusuk. Turki yang merupakan negara Islam superpower langsung bertemu dengan presiden Rusia yaitu Vladimir Putin dan juga berbicara dengan presiden Iran untuk konsolidasi.

Terdapat dua hal menarik yang muncul paska pidato Trump. Pertama yaitu kebakaran yang melanda bagian selatan California. Banyak pihak menyebut bahwa kebakaran dahsyat tersebut merupakan azab dari Tuhan karena Trump sudah berlaku tidak adil dengan membela negara penjajah yaitu Israel. Kebakaran yang terjadi di California terlihat sangat aneh karena terjadi setelah pidato Trump dan juga terjadi pada musim dingin. Hal menarik lainnya yang muncul paska pidato Trump yaitu momen dimana Trump terlihat seperti keluar lidah pada detik-detik terakhir pidatonya.

Momen keluar lidah tersebut menjadi sorotan berbagai pihak, namun pihak White House mengklaim bahwa Trump hanya mengalami tenggorokan kering. Pihak publikasi Gedung Putih, Raj Shah, mengatakan bahwa tak ada hal yang perlu diributkan, karena Trump cuma mengalami tenggorokan kering. Namun spekulasi terus bermunculan, khususnya di jagat media sosial dimana orang-orang mulai bertanya-tanya mengapa Trump bisa mengalami hal layaknya orang yang mengalami Stroke.

Dalam bahasa medis, keluar lidah disebut dengan dysarthria. Dysarthria ini terjadi ketika otot-otot yang digunakan untuk berbicara menjadi lemah sehingga penderita kesulitan mengontrol artikulasi pembicaraannya. Terdapat beberapa trigger mengapa seseorang mengalami keluar lidah. Keluar lidah merupakan salah satu tanda dari penyakit yang menyerang saraf yaitu stroke ataupun tumor. Dysarthria juga merupakan salah satu tanda dari penyakit lainya seperti Parkinson, cerebral palsy, sclerosis, dan lainnya.

Meskipun pihak White House mengklaim bahwa Trump hanya mengalami tenggorokan kering, namun kebanyakan ahli kesehatan mengatakan bahwa ada hal janggal yang terjadi ketika Trump mengalami keluar lidah. Dr. Sanjay Gupta yang merupakan kontributor medis CNN mengatakan bahwa memang ada abnormality pada saat Trump mengalami keluar lidah. Dikutip dari CNN, Michael de Riesthal yang merupakan seorang pathologist juga mengatakan bahwa ada perubahan suara yang sangat cepat yang disertai dengan lidah yang sedikit keluar. Bagi Michael, hal ini menunjukan adanya abnormality.

Ford Fox, jurnalis medis yang fokus dalam pengobatan brain disorder, mengklaim bahwa gejala keluar lidah yang dialami Trump merupakan salah satu tanda adanya brain disorder atau gangguan otak.  Dikutip dari STAT, Fox memberikan beberapa bukti bahwa Trump mengalami brain disorder. Pertama dari segi bahasa, dimana dalam pidatonya, Trump sering mengeluarkan kata-kata sifat superlative seperti fantastic, incredible, dan tremendous, padahal itu bukan gaya bicara Trump. Kedua, Trump mengalami gangguan kognitif sosial dan juga perilaku. Sebelum pidato kontroversial tersebut muncul, Trump sangat sering melakukan hal-hal konyol, dan klimaksnya yaitu menyetujui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Meskipun pihak White House mengatakan bahwa Trump baik-baik saja, namun kebanyakan ahli kesehatan mengatakan ada hal yang ‘tak baik-baik saja’ dalam diri Trump. Jika sobat peduli dengan apa yang terjadi di Palestina, jangan ragu untuk share artikel ini.

http://leighrss.com/wp-content/uploads/2017/12/Apakah-Donald-Trump-Terkena-Stroke-1.jpghttp://leighrss.com/wp-content/uploads/2017/12/Apakah-Donald-Trump-Terkena-Stroke-1-150x150.jpgleighrssBerita ViralApakah benar Donald Trump terkena stroke sehingga mengakibatkan nyawanya terancam? Belakangan ini, nama Donald Trump semakin populer di jagat media sosial berkat pidatonya yang sangat kontroversial. Trump mempublikasikan dan menyetujui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel, padahal Yerusalem masuk kedalam wilayah Palestina. Sontak setelah pidato tersebut berkumandang, dunia pun...Kumpulan Berita Viral Dan Menarik